II. KONDISI SOSIAL BUDAYA

Malaysi mempunyai luas wilayah 329.667 km2, berbatasan dengan negara
Singapura, Thailand, Brunei Darussalam dan Indonesia. Malaysia memiliki alam yang subur untuk pertanian, perkebunan
dan indah untuk dijadikan daerah wisata, disamping kekayaan tambang berupa minyak.

B. Pemerintahan

Malaysia memperoleh kemerdekaan
pada tanggal 31 Agustus 1957, ibukota negara adalah Kuala Lumpur dan lagu kebangsaan berjudul “Negaraku” Bendera Malaysia “Jalur Gemilang”. Mata uang Ringgit Malaysia (RM). Bentuk
Negaranya adalah Kerajaan, dipimpin
oleh Yang Dipertuan Agong sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan dikendalikan oleh Perdana Menteri.
Dalam pembagian wilayah, Malaysia
merupakan kerajaan berbentuk Federasi dengan sistem pemerintahan Perwakilan
terdiri 13 Negara Bagian dan 3 Wilayah Persekutuan yang masing-masing mempunyai bentuk dan pemerintahan sendiri yaitu :
1. Negara Bagian Perlis dengan ibukota Arau
2. Negara Bagian Kedah dengan ibukota Alor Selar
3. Negara Bagian P. Pinang dengan
ibukota Pinang
4. Negara Bagian Kelantan dengan
ibukota Kota Bharu
5. Negara Bagian Terengganu dengan ibukota Terengganu
6. Negara Bagian Perak dengan ibukota Ipoh
7. Negara Bagian Pahan dengan ibukota Kuantan
8. Negara Bagian Selangor dengan ibukota Shah Alam
9. Negara Bagian Sembilan dengan
ibukota Seremban
10. Negara Bagian Melaka dengan
ibukota Melaka
11. Negara Bagian Johor dengan ibukota Johor Bharu
12. Negara Bagian Sabah dengan ibukota Kinibalu
13. Negara Bagian Sarawak dengan
ibukota Kuching
14. Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur
15. Wilayah Persekutuan Labuhan
16. Wilayah Persekutuan Putrajaya
(halaman : 2)

C. Adat Istiadat dan Budaya

Jumlah penduduk Malaysia pada
pertengahan tahun 2006 sekitar 26 juta orang, dengan 3 (tiga) etnis suku terbesar Melayu (50,3%), Cina (23,8%) dan India (7,11%) Falsafah Negara Malaysia adalah Rukun
Negara, yaitu :
1. Kepercayaan kepada Tuhan
2. Kesetiaan kepada Raja dan Negara
3. Keluhuran Perlembagaan/Kontitusi
4. Kedaulatan Undang-Undang
5. Kesopanan dan Kesusilaan

Agama resmi negara adalah Islam. Selain itu terdapat agama lain yaitu Budha, Kristen, Katholik, Hindu dan Sikh. Bahasa Nasional adalah bahasa Malaysia, akan tetapi bahasa Inggris juga digunakan secara luas. Bahasa yang digunakan sehari-hari dalam komunikasi diantara masing-masing suku bangsa adalah bahasa asal suku bangsa itu sendiri, tetapi dalam komunikasi umum banyak digunakan bahasa Melayu bercampur dengan bahasa Inggris. Suku bangsa Melayu yang sering disebut
Bumiputra, peranan agama Islam sangat kuat. Dalam kehidupan sehari-hari ketaatan dalam menjalankan ibadah agama menjadi penilaian yang penting. Hal ini dapat dilihat dari cara berpakaian kebanyakan wanita Melayu yang mengenakan pakaian kain / rok / celana panjang dan kerudung / jilbab. Sedangkan pakaian untuk laki-laki adalah
memakai kopiah/peci dan pakaian
lengkap serta sarung yang dililitkan
dipinggang. Kaum laki-laki lebih dominan daripada kaum wanita yang lebih banyak berperan mengurus rumah tangga. Pada suku bangsa Cina, agama yang banyak
dianut adalah Budha atau Kristen/
Nasrani, akan tetapi adat istiadat budaya asli Cina juga sempat mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Dalam percakapan sehari-hari dengan sesama bangsa Cina lebih banyak menggunakan bahasa Cina
asalnya, tetapi dengan etnis lain
menggunakan bahasa Melayu bercampur istilah-istilah bahasa Inggris. Pada suku bangsa India kebanyakan beragama Hindu, lebih banyak menggunakan
bahasa India/Tamil atau bahasa Inggris untuk yang berpendidikan. (halaman : 3)

D. Hari Libur Nasional

Hari libur umum (Public Holiday) dalam satu tahuan ada 11 (sebelas) hari yaitu :
– Hari Raya Puasa = 2 hari
– Hari Buruh (1 Mei) = 2 hari
– Hari Kemerdekaan (31 Agustus) = 1 hari
– Hari Kebesaran Melaka = 1 hari – Hari
Keputraan DYMM = 1 hari – Yang di-Pertuan Agong = 1 hari
– Hari Deepavali = 1 hari
– Hari Krismas 25 Desember = 1 hari
– Hari Tahun Baru = 1 hari
– Tahun Baru Cina = 2 hari

III. KONDISI KERJA DI MALAYSIA

A. Lingkungan Kerja

Malaysia merupakan Negara yang masih diminati oleh pencari kerja dari berbagai negara. Selain tenaga kerja dari Indonesia, Malaysia juga mengizinkan tenaga kerja dari negara lain seperti
Philipina, Vietnam, Myanmar, Thailand, Bangladesh, Nepal dan India. Sektor pekerjaan yang tersedia adalah pekerjaan semi skill : 1. Ladang/perkebunan yaitu pekerjaan di ladang kelapa sawit, karet,agriculture
(perternakan, udang, ayam, kebun sayur, dan buah). Pekerjaan terbuka bagi laki-laki maupun perempuan, pekerjaan
ladang pada umumnya tidak
memerlukan latihan ketrampilan khusus,
pelatihan diperoleh pada saat TKI tiba di
ladang/perkebunan. Keberadaan ladang/perkebunan berada jauh dari
perkotaan, kondisi lingkungan berbukit-
bukit, panas dan kehujanan biasanya
menyebabkan pekerja mengalami
kejenuhan. Untuk mengatasi kejenuhan
pada umumnya pihak perusahaan menyediakan berbagai fasilitas olah raga yang sederhana. (halaman : 4)

2. Kilang/pabrik
sebagai operator di kilang elektronika, sarung tangan/glove,
komponen peralatan mobil, garment, perabot/furniture, pabrik kayu.
Pekerjaan di kilang/pabrik tersedia bagi laki-laki maupun perempuan, umumnya disebut operator keluaran, melayani mesin untuk ketelitian/kecermatan dan kecekatan jari biasanya diminta tenaga kerja wanita. Pekerja kilang melayani mesin produksi menyebabkan pekerjaan yang dilakukan TKI lebih banyak dilakukan dengan berdiri dan dengan sistem ban berjalan.

3. Kontruksi/binaan
yaitu pekerjaan bangunan. Tukang batu, tukang kayu,
pembantu tukang, tukang besi, tukang las
dan jenis pekerjaan lainnya. Sifat
pekerjaan berupa pekerjaan fisik di luar
maupun di dalam ruangan yang
membutuhkan fisik yang kuat. 4. Jasa/ service yaitu waiters di restoran, canddy
golf, pertamanan, pelayan toko,
cleaners. Pada umumnya sifat pekerjaan
jasa/services sama dengan tenaga kerja
kilang/pabrik. Untuk pekerjaan yang
memerlukan keahlian/skill diutamakan untuk pekerja
tempatan/rakyat Malaysia. Pekerja asing
mempunyai peluang apabila pada sektor
pekerjaan tertentu masih memerlukan
banyak tenaga pakar ataupun tidak ada/
kekurangan tenaga kerja skill rakyat tempatan B. Waktu Kerja Pada umumnya,
perusahaan di Malaysia menerapkan 6
(enam) hari kerja per
minggu, dengan jam kerja 8 (delapan)
jam per hari. Pada perusahaan yang
menerapkan 5 (lima) hari kerja per minggu, jam kerjanya 9 (sembilan) jam
per hari. Jam kerja biasanya dimulai pada
pukul 08.00 sampai dengan pukul 17.00
dengan waktu istirahat pada pukul 12.00
– 12.45 dan pukul 15.00-1515. Dalam 1
minggu, pekerja mendapat libur 1 hari. Cuti/rehat mingguan pada hari minggu/
ahad. (halaman : 5)
Jam kerja dan waktu libur di luar
kebiasaan tersebut dapat terjadi atas
dasar kesepakatan antara perusahaan
dan pekerja. Hari Libur : disamping libur mingguan, di
Malaysia ada libur umum (Public Holiday)
sebanyak 11 (sebelas) hari kerja.
Disamping hari libur umum, TKI bisa
mendapat cuti dengan alasan tertentu,
seperti Cuti Sakit, (maksimal 14 hari setahun), Cuti Rawat Inap (maksimum 60
hari), Cuti Tahunan (8 hari ) setelah
bekerja 1 tahun, Cuti kecemasan/
keluarga meninggal diambil dari Cuti
Tahunan. Pada saat cuti, TKI tetap
mendapat upah. C. Sistem Pengupahan Sistem pengupahan tenaga kerja di
Malaysia biasanya tercantum dalam
Perjanjian Kerja (PK), upah/gaji biasanya
diberikan/dilakukan secara :
1. Bulanan, mingguan, harian atau
2. Borongan, tergantung prestasi kerja dari masing – masing tenaga kerja.
Pekerja yang mendapakan upah bulanan
selain gaji biasanya perusahaan juga
memberikan tunjangan/elaun seperti :
– elaun Kehadiran ;
– elaun Makan ; – elaun Shift (petang, malam) ;
– elaun Transport ;
-elaun Listrik dan Air ;
– dll
Masing – masing perusahaan
menerapkan tunjangan/elaun yang berbeda. Kerja Lembur/Kerja Lebih Masa
Diatur menurut UU Buruh Malaysia 1955,
dengan perhitungan sbb :
– Hari biasa : gaji pokok + elaun : 26 : 8 x
1.5 = RM
– Hari Libur : gaji pokok + elaun : 26 : 8 x 2.0 = RM
– Hari Cuti Umum (Public Holiday) gaji
pokok + elaun : 26 : 8 x 3.0 = RM
(halaman : 6) 4 jam yang lalu Permadi
Janoko Brikker Jowo Bagi pekerja yang
mendapatkan kerja harian perhitungan lembur mengacu
pada ketentuan di atar, hanya tidak ada
perhitungan elaun dan pembagian 26.
Pekerja yang mendapatkan upah dengan
menggunakan sistem borongan tidak ada
perhitungan upah lembur. D. Ketentuan Umum Ketenagakerjaan 1. Undang -
Undang tentang Tenaga Kerja
(Employment Act 1955) berlaku bagi
pekerja tempatan dan asing dalam
hubungan kerja formal
2. Mogok kerja adalah merupakan kesalahan 3. Pekerja asing dilarang untuk
mendirikan atau masuk dalam serikat
pekerja.
4. Malaysia tidak mengenal upah
minimum, upah pekerja ditentukan oleh
pasar melalui mekanisme pemerintahan dan penawaran.
5. Lari/tidak memberitahukan
keberadaan kepada pengguna otomatis
dianggap ilegal.
6. Pajak orang asing (Levi) menjadi
tanggung jawab pekerja asing dan harus dibayar dalam setiap tahun perpanjangan
kontrak kerja, biasanya akan
didahulukan oleh pengguna/perusahaan
dan akan dipotong gaji pekerja dalam
setiap bulan.
Sektor RM Service 1.800.00 Kilang/Pabrik 1.200.00
Kontruksi/Binaan 1.200.00
Ladang/Perkebunan 540.00
PRT di rumah panti 600.00
PRT di rumah tangga 360.00 Disamping itu
pekerja juga mempunyai kewajiban untuk membayar :
– PLKS (Pas Lawatan Kerja Sementara)
sebesar RM 50.00
– Processing Fee sebesar RM. 50.00
– Visa sebesar RM. 15.00 Beberapa
perusahaan ada yang memberikan subsidi untuk pembayaran
Levi, PLKS, Processing Fee dan Visa,
bahkan ada yang membebaskan/dibayar
oleh perusahaan. (halaman : 7) 3 jam
yang lalu Budi Winoto E. Fasilitas Kerja TKI
biasanya mendapatkan fasilitas berupa 1. Tempat tinggal berupa asrama bagi
pekerja di kilang.
2. Hostel/barak bagi pekerja di ladang/
perkebunan. 3. Peralatan masak, untuk
pertama kali
gas biasanya diberikan oleh perusahaan. 4. Baju seragam.
5. Peralatan kerja, bagi tenaga kerja
ladang.
6. Air dan listrik, bagi perusahaan yang
menyediakan air dan listrik secara gratis
maka pekerja tidak mendapat elaun air dan listrik.
7. Transport, bagi perusahaan yang
menyediakan angkutan secara gratis
maka pekerja tidak mendapat elaun
transport. IV. PERJANJIAN KERJA Setiap
TKI yang akan bekerja di Malaysia harus menandatangani kontrak kerja
dengan majikan. Dalam kontrak kerja
tercantum hak dan kewajiban TKI, dan
majikan. Kontrak kerja TKI di Malaysia
adalah 2 (dua) tahun dan dapat
diperpanjang sesuai kesepakatan Majikan dan TKI. A. Manfaat Perjanjian
Kerja
1. Mengetahui hak dan kewajiban TKI
maupun pengguna.
2. Sarana untuk menyelesaikan masalah.
B. Hak, Kewajiban dan larangan bagi TKI. Hak TKI
1. Gaji dan tunjangan lain sesuai dalam
PK.
2. Fasilitas seperti tempat tinggal,
transportasi dll. 3. Istirahat, libur dan cuti.
4. Upah lembur bila kerja lembur. 5. Asuransi perlindungan dan kesehatan.
6. Komunikasi dengan keluarganya.
7. Melaksanakan ibadah sesuai dengan
agama/kepercayaannya. 8. Tiket pulang
setelah habis kontrak. (halaman : 8) 3 jam
yang lalu Permadi Janoko Brikker Jowo Kewajiban TKI 1. Melaksanakan
pekerjaan sesuai PK.
2. Mentaati Peraturan Pemerintah dan
Perusahaan.
3. Memelihara hubungan baik dengan
sesama pekerja maupun masyarakat sekitar.
4. Memelihara peralatan kerja dengan
baik.
5. Membayar pajak/Levi.
6. Memiliki kartu identitas diri (ID Card)
yang berlaku di Malaysia. 7. Membayar ganti rugi kepada
perusahaan sejumlah sisa potongan Levi
yang masih harus dibayar untuk
menghabiskan masa kontrak, apabika
ingin mengakhiri kontrak, sebelum
kontrak berakhir. 8. Menghormati adat istiadat, kebiasaan
dan agama yang dianut. Larangan TKI
1. Menikah/kawin baik sesama TKI,
pekerja asing lainnya, maupun penduduk
tetap Malaysia semasa tempoh
pekerjaan. 2. Membawa keluarga. 3. Menjadi
anggota serikat pekerja.
4. Melakukan perbuatan yang tidak
sesuai dengan adat istiadat masyarakat
dan peraturan kerja.
5. Melakukan perbuatan kriminal atau kerusuhan. 6. Mendapatkan keuntungan/
faedah
dengan membuat perjanjian lain dengan
perusahaan/individu/organisasi selain
perusahaan tempat kerja.
7. Mengikuti demontrasi/unjuk rasa di dalam perusahaan. 8. Bermain judi.
9. Berkelahi sesama pekerja.
10. Memakai/menjual narkoba/dadah.
11. Mengikuti kegiatan politik atau
kegiatan terlaran lainnya.
12. Melarikan diri dan pindah pekerjaan yang mengakibatkan menjadi ilegal. C.
Hak dan Kewajiban Pengguna/Majikan
Hak Pengguna. 1. Mempekerjakan TKI
sesuai PK.
2. Minta TKI untuk melaksanakan lembur
bila volume pekerjaan memungkinkan. (halaman : 9) 3. Mengakhiri kontrak kerja
apabila pekerja.
– melangar peraturan kerja
– melangar UU/Peraturan/Hukum
pemerintah Malaysia
– pas lawatan kerja/izin kerja dicabut – tidak masuk kerja lebih dari 3 (tiga) hari
berturut – turut tanpa sebab yang dapat
diterima perusahaan
4. Menerima ganti rugi dari TKI sejumlah
sisa potongan Levi yang masih harus
dibayar oleh TKI untuk menghabiskan masa kontrak, apabila TKI ingin
mengakhiri kontrak sebelum kontrak
berakhir. Kewajiban Majikan
1. Memberi gaji setiap bulan.
2. Menyediakan tempat tinggal.
3. Mempekerjakan TKI sesuai dengan Perjanjian Kerja.
4. Mengasuransikan TKI kepada
perusahaan asuransi di Malaysia
berkaitan dengan pengobatan dan
kecelakaan akibat kerja dalam masa
kontrak. 5. Menghormati agama yang dianut TKI
dan memberi kesempatan untuk
menjalankan ibadah agamanya.
6. Memberikan libur dan cuti kepada TKI.
7. Memberikan tiket pulang setelah
pekerja menyelesaikan kontrak atau pulang atas kehendak perusahaan. D.
Perpanjangan Perjanjian Kerja
Perpanjangan Perjanjian Kerja dilakukan
atas kesepakatan antara TKI dan
pengguna. TKI dapat mengambil cuti
pulang ke Indonesia untuk jangka waktu sesuai kesepakatan dengan pengguna.
Hubungi Fungsi Ketenagakerjaan/Fungsi
Konsuler pada Perwakilan RI untuk
mendapatkan “Surat Keterangan Cuti”
bagi urusan bebas fiskal dan surat
tersebut tidak dikenakan bayaran, dengan membawa persyaratan :
– Surat Cuti dari pengguna/perusahaan. -
Foto copy Paspor (termasuk permit kerja)
E. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) 1.
PHK akan berdampak pemulangan TKI ke
Indonesia. (halaman : 10) 2. PHK secara sepihak dapat dilakukan
Majikan apabila pekerja melanggar
peraturan perusahaan, tindakan yang
merugikan perusahaan, misalnya
sengaja merusakkan peralatan, mogok
kerja, nakorba, mencuri dll. 3. Cari penyebab kenapa pekerja Anda di
PHK seperti perusahaan bangkrut, tidak
dapat bekerja standard yang ditetapkan,
sakit, hamil, habis kontrak dll.
4. Apabila penyebab PHK tidak dapat
Anda ketahui secara pasti, hubungi pihak Manajemen perusahaan utuk minta
penjelasan.
5. Apabila penjelasan tidak memuaskan
dan bertentangan dengan PK/peraturan
perusahaan, terlalu mengada – ada, tidak
sesuai dengan bukti, silahkan hubungi Perwakilan RI melalui telepon/fax atau
datang langsung. V. HAL – HAL YANG
PERLU DIKETAHUI
1. Dokumen TKI
Dokumen yang harus dimiliki TKI adalah :
– Paspor dan Visa Kerja. – Perjanjian Kerja yang ditandatangani
oleh TKI dan Pengguna. – Kartu Peserta
Asuransi.
– Buku Tabungan.
– Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN).
– Pas Kerja (setelah di Malaysia). 2. Melapor Kepada KBRI/KJRI
Sesudah TKI tiba di Malaysia, diwajibkan
melapor kedatanganannya dan
perusahaan tempat kerja kepada KBRI/
KJRI melalui telepon, surat atau datang
sendiri. Pelaporan ini berguna agar keberadaan TKI diketahui oleh KBRI/KJRI,
sehingga apabila diperlukan sewaktu -
waktu dapat dihubungi. 3. Asuransi TKI
Setiap penempatan TKI ke luar negeri, TKI
harus diasuransikan di dalam negeri atau
di luar negeri. Untuk itu TKI harus membawa dan memegang Kartu Peserta
Asuransi sebagai dasar untuk melakukan
klaim asuransi bila terjadi resiko seperti
sakit, meninggal dunia, kecelakaan, PHK,
Gaji tidak dibayar, tindakan kekerasan
fisik, psikis atau seksual, (halaman : 11)

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s